Rabu, 31 Desember 2008

tolong bunuh aku, Tuhan

tolong bunuh aku, Tuhan
atau biarkan saja aku tenggelam dan jasadku menyatu dengan lautan
atau biarkan aku mati dan terbenam dalam lumpur
atau ambil saja hatiku, Tuhan

karena aku tidak butuh hati yang selalu meratapi jiwa yang telah pergi
karena aku tidak butuh hati yang menangisi genggaman yang kulepaskan
atau yang menyumpahi sahabat yang mengkhianati rasa yang kutitipkan padanya
atau hati yang tak henti merindukan dia yang tak mungkin mencintaiku

tolong bunuh saja aku, Tuhan,
agar tidak lagi aku teriris kepedihan
agar tidak lagi aku terkurung kesepian



mycave, Surabaya..this late newyeareve....gosh I miss Aryo

mereka bilang aku tangguh

Aku tak bisa memutuskan
Tangguhkah aku
Atau tololkah aku
Yang mana yang lebih buruk
Yang mana yang lebih menyedihkan

Berkali-kali aku ingin menyerah
Dan melangkah berpaling
Tapi setiap kali pula hatiku menjerit
Dan setiap kali pula jantungku memberontak

Berkali-kali aku ingin mati
Namun setiap kali pula kuhirup udara saat paru-paruku hampir meledak
Berkali-kali aku naik ke permukaan air yang menggelamkanku
aku tak ingin kehabisan nafas
kutolak pilihan untuk mati

mereka bilang aku tangguh
mereka bilang aku tak pernah menyerah
taukah mereka aku berkali-kali ingin melepaskan semuanya
taukah mereka berkali-kali aku memutuskan untuk bertemu kematian?

Taukah mereka aku hanya aku
Aku dan ketakutanku adalah Satu
Aku yang terlalu muak untuk hidup
Namun terlalu takut untuk mati

Written in myCave, this late December 2008……telah mengendap berbulan lamanya in my mind…namun nggak cukup berani untuk menumpahkannya ke dalam tulisan…heuuuhh…

Jumat, 26 Desember 2008

untitled

aku tidak punya kekuatan apapun..
untuk mengatakan aku mencintaimu
tidak bisa membuatmu bangga
karena telah memilihku
aku tidak punya kekuatan
untuk mengatakan, jangan pergi...tinggallah di sini
karena aku butuh kamu
karena aku ingin kamu
sedikit lagi..
tunggulah sedikit lagi..

dan sebelum bibirku mampu berucap,,,
bisakah kau rasakan aku??
bisakah kau rasakan cintaku padamu?

Jumat, 05 Desember 2008

terhapus dari hatiku

menyerah???
haruskah aku menyerah?
cinta ini berat tiada tara
hampir pula tanpa logika
dan saat aku mencoba utnuk terus mencintainya
aku hampir tak dapat meraba cintanya padaku
tapi haruskah kupersalahkan cinta
saat ia menolak terhapus dari hatiku??

Senin, 17 November 2008

berlutut untukmu

monolog sheera kepada satya, dari pemberi mimpi...

aku berdoa untukmu dari hatiku
dari hati yang pernah kau sentuh
dan selalu ingin menyetuhmu
semoga abadi bahagiamu
semoga tangan yang ingin kau genggam menyambutmu
semoga aroma yang kau rindukan dapat kau hirup
dan semoga hati yang ingin kau peluk mencintaimu selamanya

bahagialah dengan langit tanpa batas
karena aku tidak akan ada di sana untuk menepuk bahumu
namun aku berlutut untukmu hari ini
semoga tercapai impimu
dan tidak pernah lagi kecewa memderamu
atau jerit tangis tertahan di tenggorokanmu
dan semoga cahaya itu takkan pernah pudah dari matamu..

selamanya...

takluk

ada seorang mengetuk buku pintuku
pintu yang kubiarkan tertutup rapat, tanpa kupastikan kapan akan terbuka lagi
saat kuindahkan dengan malas,
dia mengetuk semakin gencar..
memaksa, menuntut dan menyecar
sedikit marah kuingkap tirai tipis hatiku
berdebu dan usang, sehingga nyaris aku terbatuk dibuatnya
kuintip dan kupicingkan mataku
karena tak kukenali dirinya.

ini aku, katanya, buka pintunya
kalimatnya membuka sumbat lama yang pernah kututup rapat
yang suaranya membangunkan tepian kudukku, merinding

ini aku, jangan bersembunyi,
ayo cepat biarkan aku masuk, katanya lagi..
dengan gemetar kuarahkan pandangku padanya.
dalam nanar, kulihat dia tersenyum tulus
tangannya mengembang, siap menangkapku dengan belaiannya

kenapa, tidakkah kau rindu padaku, ujarnya
aku menggeleng, dalam tatap lembutnya kutahu ada racun
dan di balik lengannya kulihat ada belati
tak ingin lagi ku terluka karenanya

kugelengkan kepala dengan keras
dan kuayunkan lengan untuk mengusirnya
kenapa, protesnya..tapi aku datang untukmu
tapi aku hadir karena doamu
dengan nekat didobraknya pintuku

aku mundur dan bertahan...
berontak, tak ingin lagi bertekuk lutut padanya
jangan menghindar, katanya sambil menangkap lenganku
jangan berontak dan berharap lepas dariku, ujarnya sambil memeluk tubuhku
dia mengelusku dan kurasakan belatinya menusuk jantungku
tapi aku merasa terbang...aku merasa nikmat
saat itu aku tahu, cinta sekali lagi telah menaklukkanku...

surabaya, november ini.....................2 week notice, yo!!! siapa takut

takluk

ada seorang mengetuk buku pintuku
pintu yang kubiarkan tertutup rapat, tanpa kupastikan kapan akan terbuka lagi
saat kuindahkan dengan malas,
dia mengetuk semakin gencar..
memaksa, menuntut dan menyecar
sedikit marah kuingkap tirai tipis hatiku
berdebu dan usang, sehingga nyaris aku terbatuk dibuatnya
kuintip dan kupicingkan mataku
karena tak kukenali dirinya.

ini aku, katanya, buka pintunya
kalimatnya membuka sumbat lama yang pernah kututup rapat
yang suaranya membangunkan tepian kudukku, merinding

ini aku, jangan bersembunyi,
ayo cepat biarkan aku masuk, katanya lagi..
dengan gemetar kuarahkan pandangku padanya.
dalam nanar, kulihat dia tersenyum tulus
tangannya mengembang, siap menangkapku dengan belaiannya

kenapa, tidakkah kau rindu padaku, ujarnya
aku menggeleng, dalam tatap lembutnya kutahu ada racun
dan di balik lengannya kulihat ada belati
tak ingin lagi ku terluka karenanya

kugelengkan kepala dengan keras
dan kuayunkan lengan untuk mengusirnya
kenapa, protesnya..tapi aku datang untukmu
tapi aku hadir karena doamu
dengan nekat didobraknya pintuku

aku mundur dan bertahan...
berontak, tak ingin lagi bertekuk lutut padanya
jangan menghindar, katanya sambil menangkap lenganku
jangan berontak dan berharap lepas dariku, ujarnya sambil memeluk tubuhku
dia mengelusku dan kurasakan belatinya menusuk jantungku
tapi aku merasa terbang...aku merasa nikmat
saat itu aku tahu, cinta sekali lagi telah menaklukkanku...

surabaya, november ini.....................2 week notice, yo!!! siapa takut

Senin, 10 November 2008

mencuri waktu

aku hanya mencuri sedikit waktu
waktu yang kupunya antara aku dan kamu..

karena yang aku tahu..
aku dan kamu..
tidak diikuti oleh kata abadi..
seperti 'kita' yang menolak untuk hadir

Senin, 27 Oktober 2008

apa yang harus kulakukan dengan cintaku padamu

04:20 25/10/2008 - 1 comments - [ post comment ]
Aku lelah bertanya kenapa
Dan tidak punya kekuatan lebih untuk menduga mengapa
Aku merasa semua darimu penuh rahasia
Begitu jauh,
Begitu tak terjangkau

Ada kalanya hangat hatimu membuat aku nyaman
Dan sinar matamu mampun timbulkan rona merah di pipiku
Tapi lalu kau menarik dirimu
Tapi lalu kau menjauh dariku

Pernah dulu kau ceritakan padaku tentang dia
Dan satu kali pernah kudengar tentang hatimu padanya
Tapi matamu bicara tentang cintamu padaku
Dan matamu selalu bicara cinta padaku

Berkali-kali kau ulurkan tangan padaku
Menahan, menyangga dan memberi kekuatan
Berkali-kali kutepis uluran tanganmu..
Bukan karena aku ingin
Bukan karena aku tidak mau
Tapi cinta terdahulu menahanku menyambut tanganmu
Karena takutku terluka lagi
Karena takutku terempas lagi

Satu kali kau pernah siratkan tentang dia
Dan berkali-kali ku jejalkan padamu tentang kekasihku
Satu kali mampu membuatku muntah dan hilang arah
Dan berkali-kali kurasakan bencimu padanya

Aku lelah bertanya mengapa
Mengapa aku tidak bisa mengerti logika dalam kepalamu
Mengapa sulit bagiku untuk meraba hatimu
Karena kini jelas untukku…
Tidak ada logika dalam cintaku padamu


Tidak ada ruang lagi untuk mundur untukku saat ini
Aku telah memahami seutuhnya tentang hatiku
Dan jika kau belum mengerti apa yang hatimu katakana padamu…..
Apa yang harus kulakukan dengan cintaku padamu?



Dengan suntikan ide disana-sini oleh Aryo…….surabaya dualimaoktober

satu hari lagi bersamamu

Satu hari
Dan hanya satu hari itu yang paling kuinginkan dalam hidupku
Tidak hari yang lain
Tidak saat yang lain
Hanya hari itu

Satu hari, Bu…
Cuma satu hari biasa..
Hari yang dimulai oleh suaramu membangunkanku
Hari dimana kita menghabiskan waktu sarapan berjam-jam
Dan hari dimana kau memaksaku untuk tetap tinggal bersamamu
Hari seperti hari-hari yang lalu
Hari yang tidak pernah kupikir akan kurindukan sebelumnya


Ibu,
Yang aku tahu aku tidak pernah utuh lagi
Hatiku terbawa mati saat kuantar kau pergi
Yang kutahu sulit bagiku untuk bangkit
Aku hidup…
Aku selesaikan apa pun yang ada di hadapanku
Aku menangkan apa yang harus kudapatkan
Namun aku tidak pernah utuh lagi..

Ibu,
Yang kurasakan ada lubang besar menarikku
Menghisapku hidup-hidup
Dan menelan semua semangat hidupku
Lubang itu semakin membesar
Sehingga apa pun yang kudapatkan
Apa pun yang kucapai
Dan siapa pun yang berjalan bersamaku
Tak cukup untuk untuk membuatku tetap hidup


Pernah kukatakan padamu aku akan memberimu pelangi
Dan mengukirkan mega terindah untukmu
Tapi jika ada saru hari lagi bersamamu…
Jika hanya ada satu hari lagi untuk menggenggam tanganmu
Aku hanya ingin duduk di sisimu
Aku hanya ingin berkata padamu..
Maafkan aku…maafkan aku tidak cukup sabar mendengarkanmu
Maafkan aku yang merasa tak punya cukup waktu untuk berbicara denganmu
Dan maafkan aku…karena tidak sealu ada di sisimu

Satu hari…
Cuma satu hari
Dan jika hari itu datang..
Aku tak butuh apa pun lagi..

Kamis, 16 Oktober 2008

mungkinkah aku jatuh cinta?

mungkinkah aku jatuh cinta?

Mungkinkah aku jatuh cinta?

Sedangkan tanganku terisi penuh impian dan pengharapan

Sedangkan dalam hatiku tersusun rapi mimpi dan rencana

Pada sesuatu yang lebih besar

Pada sesuatu yang lebih murni

Lebih dari diriku sendiri

Hinakah aku saat menyatakan cinta

Pada orang yang tangannya terikat kesucian?

Pada hati yang tidak pernah terbelah sebelumnya

Dan merusak takdir yang telah dibenamkan padanya

Selagi dia dalam rahim ibunya

Aku bersumpah pada hatiku

Agar tidak pernah lagi menyakitinya

Agar menjaganya baik-baik..

Dan berhenti memperlakukannya seperti sampah

Dan tidak lagi meremehkan sakit yang dijeritkannya padaku

Aku bersumpah saat itu

Agar tidak lagi aku tersesat

Aku tahu aku hanya punya yang aku punya

Jiwa, anugrah dan keinginan

Untuk tumbuh lebih tinggi dari yang kubisa

Untuk tumbuh lebih besar dari yang kumampu

Untuk memberi kembali apa yang telah kuambil

Itu…dan hanya itu…

Dan tak boleh lagi langkahku surut kali ini

Aku mencintai jiwa yang telah pergi

Bersumpah setia pada ketiadaan

Dan menyerahkan masa depanku

Hanya pada kekuatan yang abadi

Menukarnya dengan keinginan

Menukarnya agar terjadi keajaiban

Dan saat dia datang

Aku tahu aku yang harus menghindar

Aku tahu aku harus berpaling dan pergi

Tapi sebagaimana jeritan sang guru tentang cinta

Bahwa terkutuklah mereka yang menolak pelukan sayap-sayap anugerah mulia

Dan hanya pengecutlah yang menghindar dari pisau-pisau tajam di baliknya

Terhenyak aku sesaat

Dan menyadari

Mungkin….

Aku sekali lagi tersesat



Oktober the twelve

Senin, 13 Oktober 2008

but i miss you

was walking in the forest

its green keeps me warm and peace

keeps me also buried in my hidden mind

i was amused by silence

only distrubed by bird’s singing song

i saw lots of brown

and saw more green with the sun shines on me secretly

i feel i am home

i think i am where i belong to

but i know there’s something wrong in this peace

there’s no’ you’ around….

and the fact that i miss you much

i left behind that crown place

give up friends and family

i took nothing but my self and my braveness

to the forest i called PEACEFULLMIND

but i left my heart to you…

i wonder how i am gonna live in this uncertain place

though i am so in love of wood fragrance

and i know i can cook and shower with my bare hand

and i will sleep peacefully in the sound of silence

but still….i cant run away from the ghost of past

i know i never miss the city light

nor the easiness of modern living

or anything from my years behind

but i know, i will be missing you…



october the twelve...