Dan tidak punya kekuatan lebih untuk menduga mengapa
Aku merasa semua darimu penuh rahasia
Begitu jauh,
Begitu tak terjangkau
Ada kalanya hangat hatimu membuat aku nyaman
Dan sinar matamu mampun timbulkan rona merah di pipiku
Tapi lalu kau menarik dirimu
Tapi lalu kau menjauh dariku
Pernah dulu kau ceritakan padaku tentang dia
Dan satu kali pernah kudengar tentang hatimu padanya
Tapi matamu bicara tentang cintamu padaku
Dan matamu selalu bicara cinta padaku
Berkali-kali kau ulurkan tangan padaku
Menahan, menyangga dan memberi kekuatan
Berkali-kali kutepis uluran tanganmu..
Bukan karena aku ingin
Bukan karena aku tidak mau
Tapi cinta terdahulu menahanku menyambut tanganmu
Karena takutku terluka lagi
Karena takutku terempas lagi
Satu kali kau pernah siratkan tentang dia
Dan berkali-kali ku jejalkan padamu tentang kekasihku
Satu kali mampu membuatku muntah dan hilang arah
Dan berkali-kali kurasakan bencimu padanya
Aku lelah bertanya mengapa
Mengapa aku tidak bisa mengerti logika dalam kepalamu
Mengapa sulit bagiku untuk meraba hatimu
Karena kini jelas untukku…
Tidak ada logika dalam cintaku padamu
Tidak ada ruang lagi untuk mundur untukku saat ini
Aku telah memahami seutuhnya tentang hatiku
Dan jika kau belum mengerti apa yang hatimu katakana padamu…..
Apa yang harus kulakukan dengan cintaku padamu?
Dengan suntikan ide disana-sini oleh Aryo…….surabaya dualimaoktober
