Senin, 27 Oktober 2008

apa yang harus kulakukan dengan cintaku padamu

04:20 25/10/2008 - 1 comments - [ post comment ]
Aku lelah bertanya kenapa
Dan tidak punya kekuatan lebih untuk menduga mengapa
Aku merasa semua darimu penuh rahasia
Begitu jauh,
Begitu tak terjangkau

Ada kalanya hangat hatimu membuat aku nyaman
Dan sinar matamu mampun timbulkan rona merah di pipiku
Tapi lalu kau menarik dirimu
Tapi lalu kau menjauh dariku

Pernah dulu kau ceritakan padaku tentang dia
Dan satu kali pernah kudengar tentang hatimu padanya
Tapi matamu bicara tentang cintamu padaku
Dan matamu selalu bicara cinta padaku

Berkali-kali kau ulurkan tangan padaku
Menahan, menyangga dan memberi kekuatan
Berkali-kali kutepis uluran tanganmu..
Bukan karena aku ingin
Bukan karena aku tidak mau
Tapi cinta terdahulu menahanku menyambut tanganmu
Karena takutku terluka lagi
Karena takutku terempas lagi

Satu kali kau pernah siratkan tentang dia
Dan berkali-kali ku jejalkan padamu tentang kekasihku
Satu kali mampu membuatku muntah dan hilang arah
Dan berkali-kali kurasakan bencimu padanya

Aku lelah bertanya mengapa
Mengapa aku tidak bisa mengerti logika dalam kepalamu
Mengapa sulit bagiku untuk meraba hatimu
Karena kini jelas untukku…
Tidak ada logika dalam cintaku padamu


Tidak ada ruang lagi untuk mundur untukku saat ini
Aku telah memahami seutuhnya tentang hatiku
Dan jika kau belum mengerti apa yang hatimu katakana padamu…..
Apa yang harus kulakukan dengan cintaku padamu?



Dengan suntikan ide disana-sini oleh Aryo…….surabaya dualimaoktober

satu hari lagi bersamamu

Satu hari
Dan hanya satu hari itu yang paling kuinginkan dalam hidupku
Tidak hari yang lain
Tidak saat yang lain
Hanya hari itu

Satu hari, Bu…
Cuma satu hari biasa..
Hari yang dimulai oleh suaramu membangunkanku
Hari dimana kita menghabiskan waktu sarapan berjam-jam
Dan hari dimana kau memaksaku untuk tetap tinggal bersamamu
Hari seperti hari-hari yang lalu
Hari yang tidak pernah kupikir akan kurindukan sebelumnya


Ibu,
Yang aku tahu aku tidak pernah utuh lagi
Hatiku terbawa mati saat kuantar kau pergi
Yang kutahu sulit bagiku untuk bangkit
Aku hidup…
Aku selesaikan apa pun yang ada di hadapanku
Aku menangkan apa yang harus kudapatkan
Namun aku tidak pernah utuh lagi..

Ibu,
Yang kurasakan ada lubang besar menarikku
Menghisapku hidup-hidup
Dan menelan semua semangat hidupku
Lubang itu semakin membesar
Sehingga apa pun yang kudapatkan
Apa pun yang kucapai
Dan siapa pun yang berjalan bersamaku
Tak cukup untuk untuk membuatku tetap hidup


Pernah kukatakan padamu aku akan memberimu pelangi
Dan mengukirkan mega terindah untukmu
Tapi jika ada saru hari lagi bersamamu…
Jika hanya ada satu hari lagi untuk menggenggam tanganmu
Aku hanya ingin duduk di sisimu
Aku hanya ingin berkata padamu..
Maafkan aku…maafkan aku tidak cukup sabar mendengarkanmu
Maafkan aku yang merasa tak punya cukup waktu untuk berbicara denganmu
Dan maafkan aku…karena tidak sealu ada di sisimu

Satu hari…
Cuma satu hari
Dan jika hari itu datang..
Aku tak butuh apa pun lagi..

Kamis, 16 Oktober 2008

mungkinkah aku jatuh cinta?

mungkinkah aku jatuh cinta?

Mungkinkah aku jatuh cinta?

Sedangkan tanganku terisi penuh impian dan pengharapan

Sedangkan dalam hatiku tersusun rapi mimpi dan rencana

Pada sesuatu yang lebih besar

Pada sesuatu yang lebih murni

Lebih dari diriku sendiri

Hinakah aku saat menyatakan cinta

Pada orang yang tangannya terikat kesucian?

Pada hati yang tidak pernah terbelah sebelumnya

Dan merusak takdir yang telah dibenamkan padanya

Selagi dia dalam rahim ibunya

Aku bersumpah pada hatiku

Agar tidak pernah lagi menyakitinya

Agar menjaganya baik-baik..

Dan berhenti memperlakukannya seperti sampah

Dan tidak lagi meremehkan sakit yang dijeritkannya padaku

Aku bersumpah saat itu

Agar tidak lagi aku tersesat

Aku tahu aku hanya punya yang aku punya

Jiwa, anugrah dan keinginan

Untuk tumbuh lebih tinggi dari yang kubisa

Untuk tumbuh lebih besar dari yang kumampu

Untuk memberi kembali apa yang telah kuambil

Itu…dan hanya itu…

Dan tak boleh lagi langkahku surut kali ini

Aku mencintai jiwa yang telah pergi

Bersumpah setia pada ketiadaan

Dan menyerahkan masa depanku

Hanya pada kekuatan yang abadi

Menukarnya dengan keinginan

Menukarnya agar terjadi keajaiban

Dan saat dia datang

Aku tahu aku yang harus menghindar

Aku tahu aku harus berpaling dan pergi

Tapi sebagaimana jeritan sang guru tentang cinta

Bahwa terkutuklah mereka yang menolak pelukan sayap-sayap anugerah mulia

Dan hanya pengecutlah yang menghindar dari pisau-pisau tajam di baliknya

Terhenyak aku sesaat

Dan menyadari

Mungkin….

Aku sekali lagi tersesat



Oktober the twelve

Senin, 13 Oktober 2008

but i miss you

was walking in the forest

its green keeps me warm and peace

keeps me also buried in my hidden mind

i was amused by silence

only distrubed by bird’s singing song

i saw lots of brown

and saw more green with the sun shines on me secretly

i feel i am home

i think i am where i belong to

but i know there’s something wrong in this peace

there’s no’ you’ around….

and the fact that i miss you much

i left behind that crown place

give up friends and family

i took nothing but my self and my braveness

to the forest i called PEACEFULLMIND

but i left my heart to you…

i wonder how i am gonna live in this uncertain place

though i am so in love of wood fragrance

and i know i can cook and shower with my bare hand

and i will sleep peacefully in the sound of silence

but still….i cant run away from the ghost of past

i know i never miss the city light

nor the easiness of modern living

or anything from my years behind

but i know, i will be missing you…



october the twelve...