.........sesuatu yang ada di dalam otak sejak lamaaa.....
'Jadi mengapa kau memilihku?' tanyamu waktu itu.
'Maksudmu?' ah, lebih dari ketidakpahaman akan pertanyaanmu, kata-kata itu aku ucapkan hanya untuk mengulur waktu.
'Kita sama sekali berbeda.....' ujarmu sedikit tak sabar. 'Jauh sekali dari memiliki persamaan. Kita tidak memiliki sesuatu yang dibagi bersama, tidak ada teman-teman yang bisa menjembatani kita dan yang jelas.....kita tidak berkomunikasi dengan bahasa yang sama...'
'Aku tahu..'kataku sambil menggit sedotan. mendadak gelisah yang tertanam di hatiku lama, meluap. Saking gelisahnya aku harus memalingkan wajah, ingin sekali segera lari dari tempat ini. Sekarang! Secepatnya! Sebelum semuanya terlambat..sebelum semuanya terbuka.
'Aku tidak mengerti...'
'Aku juga tidak mengerti..'
'Tapi kau harus menjelaskan padaku...Karena kau yang memaksakan semua ini. jadi jelaskan padaku apa yanga da dalam pikiranmu.'
'Aku tidak tahu,' kutahan angin dengan tanganku. 'Aku tidak berfikir....'
'Ha???'
"Aku bermimpi!!' akhirnya aku bertukas. memberanikan diri menatap matamu. 'Aku bermimpi...mimpi yang sama berulang-ulang...mimpi yang begitu intens dan emosional..'
'Mimpi??' ada sedikit kilatan aneh di matamu..mungkinkau pikir aku gila. bagaimana mungkin aku memutuskan sesuatu karena mimpi.
'Mimpi itu mulai datang setahun yang lalu....berulang dan terus berulang. Semakin lama semakin intens...seperti terhisap di dalamnya..seperti terengah-engah saat terbangun darinya. padahal menurutku itu mimpi yang biasa..mimpi yang sangat biasa. tapi aku merasa tercengkram di dalamnya,'
'Mimpi apa??' ujarmu akhirnya.
perlu waktu semenit untukku menjawab...sambil menghela nafas, kukatakan padamu, ' aku bermimpi aku tersesat....aku tersesat di jalan berliku yang gelap dan kecil. yang di kanan kirinya adalah pohon-pohon tinggi mengerikan...yang beberapa meter di bawahnya ada jurang tajam yang mengerikan. aku bermimpi, di tengah malam itu, aku tersesat kala menuju makam ibuku. lama sekali aku berjalan, sendirian dalam gelap.lalu kau datang...kau bilang kau akan mengantarku ke sana..kau bilang kau akan menemaniku ke sana. lalu kau membawaku ke rumahmu...kau pertemukan aku dengan ibumu, dan dia membiarkan aku mencium tangannya. lalu kau memberi aku mukena......untuk digunakan untuk sholat bersamamu..' ujarku terengah...
kupandang wajahmu mencari jawaban.....aku telah mengatakan apa yang ingin kau dengar...sekarang giliranmu untuk bicara.....
- ditulis di kantor Premysis 121009....
pertama kali ada di benak pada September 2009...
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar